Belajar Toksikologi Klinik melalui Drama Korea Partners for Justice

(Sumber : Aplikasi VIU)

Drama Korea merupakan tontonan favorit Masyarakat Indonesia tanpa mengenal usia. Dengan plot cerita yang bermacam-macam dan visual yang cukup memanjakan mata, Drama Korea cukup laku di berbagai platform video berbayar. Dalam pandangan saya secara pribadi, dibandingkan drama yang memiliki episode, saya lebih suka film yang berdurasi 1 sampai 2 jam. Saya tidak terlalu menyukai drama ber-episode karena seringkali merasa bosan apabila terlalu banyak. Akan tetapi, ada satu Drama Korea yang saya habiskan sampai dua season tanpa saya skip satu episode pun.

Kebanyakan orang menganggap Drama Korea sebagai hal yang buang-buang waktu karena penonton drakor sering melakukan maraton satu judul Drama Korea sampai habis dan tidak mengenal waktu. Sebagai hasil dari pendapat tersebut, kebanyakan orang meremehkan orang yang menyukai Drama Korea.

Namun, ada salah satu Drama Korea yang mencuri perhatian saya yaitu drakor dengan judulPartners for Justice. Drakor tersebut mengangkat cerita seorang jaksa muda dan dokter forensik yang memiliki kepribadian bertolak belakang namun harus bekerja sama dalam menangani berbagai kasus pembunuhan yang tidak terduga. Akan tetapi, poin utama yang akan saya ceritakan di artikel ini bukan tentang bagaimana drakor ini dikemas, tetapi bagaimana drakor ini mengajarkan saya mengenai ilmu toksikologi klinik.

Sedikit tentang saya, saya merupakan lulusan teknologi laboratorium medis yang pada dasarnya memiliki pelajaran toksikologi klinik sebagai salah satu parameter kompetensi kelulusan sebagai ahli teknologi laboratorium medis. Toksikologi klinik sendiri merupakan salah satu cabang toksikologi yang mempelajari tentang keracunan akut, disengaja dan tidak sengaja, serta kronis dalam tubuh manusia.

Saya menonton drakorPartners for Justice ketika saya menduduki semester 4 atau 4 tahun setelah Drama Korea tersebut rilis. Bersamaan dengan itu, saya sedang memasuki pelajaran toksikologi klinik. Meskipun tidak seluruh episode di drakor tersebut berkaitan dengan toksikologi klinik yang saya pelajari, akan tetapi saya dapat terbantu dalam menjawab beberapa soal ujian toksikologi klinik.

Salah satu scene yang saya ingat yakni persoalan mengenai keracunan seseorang yang dipalsukan atau seolah dibuat bunuh diri akibat racun. Dr. Stella Hwang yang berperan sebagai ahli toksikologi klinik menjelaskan tentang alasan kenapa orang tersebut tidak bisa diverifikasi sebab kematian akibat bunuh diri. Senyawa racun yang ditemukan di tubuh orang tersebut bukanlah hasil metabolisme atau yang disebut metabolit, melainkan racun yang disuntikkan ketubuh mayat agar terlihat seperti bunuh diri.

Sebagai informasi yang telah saya pelajari di kampus, keracunan seseorang itu ditandai ketika racun tersebut mengalami perubahan akibat metabolisime tubuh, yang artinya racun yang kita minum tidak akan berbentuk seperti senyawa asal. Sebagai contoh, ketika mengonsumsi sianida, tubuh akan memproses sianida menjadi senyawa lain yakni tiosianat sehingga pereaksi yang digunakan berprinsip untuk mendeteksi thiosianat tersebut atau dalam kata lain memeriksa metabolit dari senyawa tersebut.

Kedua informasi yang saya dapatkan dari dua sumber berbeda, tetapi saling berkaitan cukup membuat saya sedikit mindblowing dan terkesima terhadap fakta yang ada di Drama Korea dan pelajaran yang saya pelajari di kampus. Hasil positif dari film tersebut adalah saya cukup mengerti mengenai apa yang dimaksud dari metabolit dan mengapa hal tersebut begitu penting. Ketika yang saya terima di kampus mengenai teoritis, tetapi melalui Drama Korea, teori tersebut terasa lebih mudah dimengerti dan tentunya sangat menarik.  

Saya merasa bahwa tidak ada ruginya apabila kita menonton Drama Korea atau film apapun yang berkaitan dengan bidang ilmu yang kita dalami atau bidang ilmu yang ingin kita ketahui. Ada berbagai macam jenis latar belakang Drama Korea yang mengangkat cerita berdasarkan profesi lainnya seperti hukum, kedokteran, perawat, dan lain sebagainya untuk menjadi opsi teman-teman dalam menonton. Selain dapat healing dengan nonton drakor, kita juga dapat meng-upgrade atau sekedar mengingat ilmu yang kita miliki. Demikian artikel yang saya tulis, semoga dapat menginspirasi teman-teman dalam menemukan cara belajar yang unik menyenangkan melalui film atau drama karena belajar tidak harus di bangku pendidikan formal.  


Komentar